Latar Belakang

Di desa Tuban Cokro Tulung Klaten banyak terdapat industri rumah tangga penyaringan sagu. Dari industri ini dihasilkan limbah cair dan padat. Limbah cair langsung dibuang ke sungai dan dapat menimbulkan bau yang tak sedap. Dari sungai air mengalir ke persawahan, demikian juga limbah cair ini masuk ke persawahan.

Limbah cair ini merupakan merupakan limbah organic dan banyak mengandung nutrisi bagi tanaman . Dari kondisi ini maka peneliti beranggapan bahwa limbah cair ini dapat digunakan sebagai pupuk cair yang dapat digunkan sebagai pengganti pupuk kimia. Sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pemupukan.

2.  RUMUSAN MASALAH

Pada penelitian ini masalah dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apa pengaruh limbah cair industri penyaringan sagu terhadap pertumbuhan tanaman padi ?
  2. Pada limbah cair dengan konsentrasi berapakah pertumbuhan tanaman padi dan hasil panen yang paling bagus?

3.   TUJUAN PENELITIAN

Penelitian in punya tujuan sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui pengaruh limbah cair industri penyaringan sagu terhadap pertumbuhan tanaman padi.
  2. Untuk mengetahui konsentrasi limbah cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi dan hasil panen yang paling bagus.
  1. MANFAAT PENELITIAN

Manfaat penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Bagi siswa : siswa mempunyai pengalaman melakukan penelitian, siswa mengetahui pengaruh ,limbah cair penyaringan sagu terhadap pertumbuhan tanaman padi dan konsentrasi berapa limbah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi yang paling bagus.
  2. Bagi masyarakat : setelah membaca penelitian ini meayarakat mengetahui bahwa limbah cair penyaringan sagu dapat digunakan sebagai pupuk organic sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli pupuk dan dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan dan hasil panen tanaman padi.

B. DASAR TEORI/LANDASAN TEORI

1.  PENCEMARAN LINGKUNGAN

Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan itu kurang atau tidak dapat berfungsi laagi sesuai dengan kegunaannya.

Pencemaran lingkungan mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan , terganggunya kesehatan dan ketenangan hidup mahluk hidup.

Pengolahan limbah berdasarkan atas dasar sifatnya, yaitu yang besifat pencegahan (preventif) dan yang bersifat penanggulangan (kuratif). Salah satu usaha menangani limbah adalah memanfaatkan limbah pada irigasi pertanian, karena limbah organic mengandung unsur-unsur hara/nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

2.  PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan merupakan peristiwa kompleks yang melibatkan proses perubahan bentuk (morfogenesis) dan biokimia dalam tubuh. Proses pertumbuhan suatu tanaman diawali dari sebuah sel tunggal (zigot) yang mengalami pembelahan mitosis berulang-ulang menjadi embrio multiseluler dalam biji. Proses ini dilanjutkan oleh perkecambahan. Dari ciri ini , pertumbuhan dapat diartikan suatu peningkatan ukuran yang sifatnya tidak dapat balik (irreversible), serta dihasilkan dari pembelahan sel dan pembesaran sel. Parameter /ukuran yang biasa digunakan pada proses pertumbuhan ialah volume, masa, panjang, lebar atau tinggi tanaman.

Tumbuhan bertambah tinggi dan besar karena kegiatan titik tumbuh rimer (yang terletak pada ujung batang dan ujung akar) yang menyebabkan bertambah tingginya tanaman dan kegiatan titik tumbuh sekunder (cambium) yang menyebabkan tumbuhan bertambah besar.

Pertumbuhan pada tanaman di mulai dengan pembelahan sel, pemanjangan dan defernsiasi yang terjadi pada  daerah titik tumbuh. Ujung akar dan ujung batang tumbuhan merupakan daerah titik tumbuh primer, sedangkan cambium merupakan titik tumbuh sekunder. Kecepatan bertambah panjang ujung batang dan ujung akar tumbuhan di tiap-tiap bagian tidak sama. Hal itu disebabkan pada daerah titik tumbuh yang terdiri atas tiga daerah pertumbuhan dan perkembangan, yaitu :

  1. daerah pembelahan, terletak paling ujung
  2. daerah pemanjangan, terletak di bawah daerah pembleahan
  3. daerah deferensiasi ,daerah yang sel-selnya mengalami spesifikasi dan terletakpaling belakang pada daerah titik tumbuh.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu, makanan (nutrisi), gen, lingkungan dan zat tumbuh (hormone). Tumbuhan yang diberi pupuk/nutrisi tumbuh lebih baik dan lebih cepat jika dibandingkan dengan tumbuhan  yang tidak diberi pupuk. Factor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan adalah suhu, cahaya atau sinar dan air atau kelembaban.

3.  TAKSONOMI TANAMAN PADI

Kingdom        :  Plantae

Divisi             :  Spermatophyta

Sub divisi      :  Angiospermae

Class             :  Monocotiledonae

Ordo              :  Poales

Familia           :  Poaceae

Genus            :  Oryza

Species         :  Oryza sativa, L

C.  METODOLOGI PENELITIAN

1.   METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Limbah diambil dari lingkungan/industri penyaringan sagu dan diujicobakan pada tanaman padi. Sebagai varibel control adalah tanaman padi yang disiram dengan air. Variable bebasnya meliputi limbah cair penyaringan sagu, konsentrasi, dan tanaman padi. Sedangkan variable terikatnya adalah pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menggunakan lima kali ulangan.

  1. ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan meliputi plastik polibag, cetok, gelas ukur, gayung, ember, jerigen, air, limbah cair penyaringan sagu, tanah, benih padi

3.   CARA KERJA

  1. Disiapkan plastik polibag dan diberi kode :
  2. control (tanaman disiram air) sebanyak 5 buah
  3. = 20 % limbah sebanyak 5 buah
  4. = 40 % limbah sebanyak 5 buah
  5. = 60 % limbah sebanyak 5 buah
  6. = 80% limbah sebanyak 5 buah
  7. Cara membuat larutan limbah dengan konsentrasi :
  8. Plastik polibag diisi tanah , kemudian ditaburi padi yang sudah direndam satu malam sebanyak 6 benih padi.
  9. Setiap hari tanaman padi disiram air limbah dengan beberapa konsentrasi yang sudah disiapkan.
  10. Diamati dan dihitung jumlah tunas/anakan tanaman padi tiap minggu
  11. Setelah panen ditimbang berat kering padi.
  1. 20 % = diambil 20 ml limbah dilarutkan dalam 80 ml air, atau jika dalam 1 liter = 20 ml limbah x 10 (=200 ml limbah) dan 80 ml air X 10 (= 800 ml air). Jadi 20 % = 20ml limbah + 80 ml air atau 200 ml limbah + 800 ml air.
  2. 40 % = 40 ml limbah yang sudah diaduk + 60 ml air atau 400 ml limbah + 600 ml air.
  3. 60 % = 60 ml limbah yang sudah diaduk + 40 ml air atau 600 ml limbah + 400 ml air.
  4. 80 % = 80 ml limbah yang sudah diaduk + 20 ml air atau 800 ml limbah + 200 ml air.

4.   SETTING (LOKASI) DAN WAKTU PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di rumah/di laboratorium . Limbah cair penyaringan sagu diambil dari desa Tuban Cokro Tulung Klaten. Penelitian ini dilakukan mulai dari menanam benih padi hingga penen. Untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu selama 4 bulan.

D.  HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dil;akukan dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana limbah cair penyaringan sagu dimanfaatkan untuk pertanian. Dalam hal ini limbah cair penyaringan sagu

dimanfaatkan sebagai nutrisi/pupuk bagi tanaman untuk memeacu pertumbuhan yang nantinya menigkatkan produksi budidaya.

Pertumbuhan berarti pertambahan ukuran yang bersifat tak dapat balik (irreversible), yang meliputi  volume, bobot, jumlah protoplasma sel dan tingkat kerumitan. Dari definisi ini pertambahan ukuran terhadap pengukuran peertumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah anakan, jumlah malai dan berat kering gabah yang dipanen.

1.  JUMLAH ANAKAN

J             7

u

m            6                                                  .

l                                                        .                    .

a             5                                                                                   .

h

4                    .

a

n             3

a

k             2

a

n             1

.         .         .         .         .         .          .         .

20                40                60                 80

Konsentrasi limbah (%)

Gb. 1. grafik jumlah anakan tanaman padi

Dari gambar 1 menunjukkan jumlah anakan tanaman padi yang diperlakui dengan berbagai konsentrasi limbah cair penyaringan sagu merupakan kurva bentuk lonceng. Yaitu mempunyai hasil maksimum pada konsentrasi tertentu. Pada konsentrasi berkisar antara 40 – 60 % mencapai jumlah anakan yang maksimum sebanyak 6.2 anakan. Pada konsentrasi yang lebih tinggi lagi justru menyebabkan jumlah anakan tanaman padi menurun.

2. JUMLAH MALAI

Dari gambar 2 menunjukkan jumlah malai tanaman padi yang diperlakui dengan berbagai konsentrasi limbah cair penyaringan sagu merupakan kurva bentuk lonceng. Yaitu mempunyai hasil maksimum pada konsentrasi tertentu. Pada konsentrasi 40 – 60 % mencapai jumlah malai yang maksimum sebanyak 2,7 malai. Pada konsentrasi yang lebih tinggi jumlah malai menurun.

J             7

u

m            6

l

a             5

h

4

m           3                                              .

a                                                  .                    .

l             2                .                                                            .

a

i             1

20                40                60                 80

Konsentrasi limbah (%)

Gb.2. grafik jumlah malai tanaman padi

3. BERAT KERING GABAH

berat

kering

gabah    6

(gram)                                        .

4                  .                                      .

2

20                40                60                 80

Konsentrasi limbah (%)

Gb.3. grafik berat kering gabah

Dari gambar 3 menunjukkan berat kering gabah yang diperlakui dengan berbagai konsentrasi limbah cair penyaringan sagu merupakan kurva bentuk lonceng. Yaitu mempunyai hasil maksimum pada konsentrasi tertentu. Pada konsentrasi 30 – 50 % mencapai berat kering gabah yang maksimum sebesar 4.85 gram. Pada konsentrasi yang lebih tinggi berat kering gabah menurun.

E. PENUTUP

1. KESIMPULAN

Dari data yang diperoleh selama penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Limbah cair penyaringan sagu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang dapat menyuburkan/meningkatkan pertumbuhan tanaman padi
  2. Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang optimum, digunakan konsentrasi limbah antara 40 % sampai dengan 60 %.

2. SARAN

Limbah cair penyaringan sagu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organic tidak hanya dengan system penggenangan seperti padi sawah, tetapi dengan system penyiraman biasa.

Bagi warga desa Daleman , Tulung perlu adanya pengelolaan limbah cair penyaringan sagu yang lebih terkoordinir agar dapat memanfaatkan dari limbah cair tersebut. Dan juga bisa dijual menjasi pupuk cair sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Lakitan, B., 1993, Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal.      63-71.

Loveless, A.R., 1991, Prinsip-prinaip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik, buku 1, Penerjemah Kuswoto Karta Winata dkk, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Mahida U.N., 1984, Pencemaran Air Dan Pemanfaatan Limbah Industri, C.V. Rajawali, Jakarta, hal. 87-98.

Neis, Uwe., 1993, Memanfaatkan Air Limbah, Penerjemah: Lily Suherli, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Steenis C.G.G.J. Van., 1975, Flora Untuk Sekolah-sekolah Di Indonesia, Penerjemah : M. suryowinoto, S.Hardjosuwarno, S.S. Adisewojo, Wibisono, M. Partodidjojo, S.Wirjohardjo., P.T. Pradnya Paramita, Jakarta.

LAMPIRAN

Tabel 1. Hasil penghitungan/pengamatan jumlah anakan

konsentrasi Ulangan Rata-rata
1 2 3
0 % 2 1 1 1.3
20 % 2 4 1 2.3
40 % 2 2 5 3
60 % 5 6 6 5.6
80 % 3 3 2 2.6

Tabel 2. hasil pengamatan jumlah malai

konsentrasi Ulangan Rata-rata
1 2 3
0 % 2 1 1 1.3
20 % 2 2 2 2
40 % 2 2 4 2.6
60 % 2 6 3 3.6
80 % 1 0 1 0.6

Table 3. hasil pengamatan berat kering gabah (gram)

konsentrasi Ulangan Rata-rata
1 2 3
0 % 2.68 1.42 1.72 2.18
20 % 2.65 4.03 5.36 4.01
40 % 4.39 7.62 2.56 4.85
60 % 4.99 3.90 4.78 4.56
80 % 0.36 1.23 0.22 0.60